Detail Cantuman Kembali

XML

pengaruh jarak pasak terhadap kekuatan lentur pada konstruksi laminasi bambu


Bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan batangnya yang kuat, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, dan mudah dikerjakan serta mudah diangkat. Oleh karena itu, pasak penguat disini menggunakan bambu yang nantinya akan dibuat dalam bentuk jarak pasak pada gading laminasi bambu antara lain, spesimen pertama dengan jarak 50 cm dengan 1 pasak . Spesimen ke dua dengan jarak 35 cm dengan 2 pasak dan spesimen ke tiga dengan jarak 25 cm dengan 3 pasak yang terpasang. Satu spesimen terdiri dari 7 bilah bambu yang digunakan, satu bilah bambu mempunyai panjang 1 m dan ketebalan 5mm. Bambu yang digunakan adalah bambu betung. Pengujian spesimen berdasarkan standar ASTM D 143 untuk uji tekan. Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tekan kemudian dibandingkan dengan nilai kekuatan tekan yang diijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai tolak ukur standar ujinya elastisitas sebesar 700 Kg/mm2. Jadi untuk pengujian tekan variasi jarak pasak pada gading yang dilakukan mempunyai kekuatan yang melebihi standar BKI, nilai rata-rata MOE laminasi bambu dengan komposisi bahan 155999.31 kg/cm2.
621.16.10 Ala p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2016
Surabaya
ix, 29 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...